Laman

Kamis, 29 September 2011

Jangan Pernah Berhenti Berjuang..!!

Perjuangan adalah keniscayaan. Sejak kita di dalam kandungan, kita sesungguhnya sudah menjadi pejuang untuk menjadi diri kita saat ini. Jutaan sel sel calon manusia kita kalahkan dan kita pun akhirnya menjadi pemenang dan lahir ke bumi ini.

Perjuang pun terus berlanjut, di bumi ini. Kita berjuang menjadi yang terbaik, berjuang menjadi lebih baik, berjuang tanpa henti. Tradisi hidup manusia memang tidak pernah bisa dilepaskan dari pertarungan dan kompetisi-kompetisi. Dan sampai kapan pun kita harus terus berjuang dan berusaha.

Apa yang kita usahakan dengan sungguh sungguh itulah hasil terbaik yang kita dapatkan, keberhasilan itu dari Tuhan Semeta Alam ini. Kita berjuang seraya tetap selalu bersyukur ke hadirat-Nya yang Agung. Karena itulah kebahagiaan dari akhir dan di sela-sela perjuangan hidup kita.

Bahaya Indoktrinasi

Skeptis itu perlu, kata banyak pemikir. Tentu, kita tidak perlu memandang secara berlebihan bahwa mereka sebagai orang orang sesat, karena melawan status quo. Sejatinya mereka hanya berguman dan gumanan mereka sudah pasti memiliki risiko. Dan bagi sebagian orang, risiko adalah kenikmatan yang tak tertangguhkan. Dia ekstasi.

Maka dari itu saya pun kerap kali sangsi dengan indokrinasi yang sering dijejal secara provokatif orang-orang dipandang mumpuni, mungkin dia petinggi, mungkin tokoh suatu gerakan, mungkin intelektual -ini yang lebih menyedihkan lagi- karena keintelektualan itu hanya sebatas oto-klaim.

Kita memang patut selalu bertanya tentang apa apa yang sedang berkembang di sekitar kita. Manusia, kata seorang filosof, adalah binatang berfikir. Namun Tuhan menciptakan mahluk bernama manusia ini sungguh sempurna. Ada stukrur otak yang susah diruntu kecanggihannya, fisik multifungsi, ada perasaan, ada ketersentuhan, barangkali begitu.

Jumat, 23 September 2011

Siapa Menulis Tak Akan Mati

Ini adalah tulisan pertama saya di blog ini. Saya menulis karena saya suka menulis, saya menikmatinya, walaupun memang masih teramat sangat buruk sekali. Namun satu keyakinan saya bahwa siapa menulis tak akan mati. Jasad boleh saja pergi terkubur bumi, tapi ide atau gagasan yang kita tulis tidak akan ikut mati.

Lihat saja para ulama ulama Islam. Mereka adalah para pemikir pemikir, adalah para intelektual yang mumpuni, dan mereka menulis. Bukan satu atau dua buku yang mereka telurkan, tapi beribu ribu jilid. Luar biasa!

Sekarang, kalau kita, Anda, atau siapa saja, ingin tetap hidup dan konon bisa membuat awet muda, maka menulislah. Tulis apa saja no problem. Tabrak saja semua aturan aturan baku dalam menulis. Sebab menulis itu tak perlu teori banyak bannyak. Kebanyakan teori justru membuat kepala kita pusing 17 keliling. Parah, kan?. Hehe..

Ok, menulislah sekarang.